Pameran 30 Tahun Museum Mandala, Kilas Cepat Perjalanan Museum Mandala

Mediakotasulsel.com. Tepat di usianya 30 tahun, Museum Mandala yang juga dikenal sebagai monumen mandala mengadakan pameran temporer, dengan tajuk 30 Tahun Museum Mandala. Sebuah perayaan yang layaknya dilakukan oleh museum adalah lewat pameran. Tapi setelah memasuki kawasan monumen mandala rupanya pameran kali ini berbeda dan tidak biasa. Pameran temporer dirangkaikan dengan Mandala Weeks 2025 dimana 3 rangkaian berlangsung di dalamnya, Selain Pameran Temporer juga dilaksanakan Mandala Carnival dan Mandala Light Symphony.

Mandala Weeks sendiri dilaksanakan 28-30 November 2025, yang mengajak masyarakat umum dan pelajar untuk menabuh keseruan akhir pekan di Mandala, tentunya karena kegiatan ini berlangsung di weekend, waktu yang tepat untuk mengisi aktifitas seru di akhir pekan.

Suasana seputaran kawasan monumen mandala menjadi riuh dan banyak aktifitas yang menarik, di mandala carnival misalnya serangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas dan lomba antar pelajar berlangsung seru ditutup dengan aksi panggung bintang tamunya. Line up kegiatan terisi dengan standup comedy Makassar, Sugar Daddy, Naura & Friends juga band South Rock Syndicate.

Aktifitas komunitas juga mewarnai kawasan monumen mandala, berbagai komunitas minat dan bakat sebut saja Anak Basket Makassar dengan kompetisi 3 on 3 nya. Komunitas Runners, Roller blade, Anak Motor, Sepeda Tua, jurnalistik, komunitas seni dan budaya, Ikasa, Anggar hingga roller blade.Juga lomba antar pelajar lewat lomba carnaval dan jawara museum dimana peserta diuji pengetahuan sejarah dan kebudayaan.

Tim liputan melanjutkan langkah ke area belakang selatan dari monumen mandala dimana ada bangunan oktagon yang dijuluki gedung cokelat tempat terselenggaranya pameran temporer 30 Tahun Mandala.  Pameran ini menceritakan 30 Tahun Perjalanan Museum Mandala dimana kita disajikan pameran kreatif dan lintas media. panel-panel pameran dipenuhi infografis sejarah monumen mandala, latar belakang, tokoh-tokoh hingga arsip asli berdirinya monumen mandala.

Pada ruang pameran juga dipamerkan mural painting tentang monumen mandala hasil karya anak-anak muda dengan ketertarikan mural. hasil karya lomba mewarnai dan menggambar yang terlaksana di monumen mandala.  Pada panel multimedia kita disuguhkan ringkasan pembebasan irian barat yang menjadi latar belakang berdirinya monumen mandala, juga konten-konten visual tentang museum.

Perjalanan monumen mandala terlihat dari sektor demi sekto di ruang pameran, dimana latar belakang sejarah juga arsip asli dipamerkan, ada juga artikel-artikel dari setiap kegiatan yang pernah berlangsung di monumen mandala yang ingin menyampaikan informasi bahwa monumen mandala tidak sekedar tugu peringatan dengan fungsi museum tapi juga mandala telah menjadi trademark dan ikon kota makasssar, tempat berlangsungnya event-event bergengsi, pentas dan pusat titik kumpul peringatan yang bersejarah.

Yang membuat pameran ini sangat istimewa, pada jam awal pembukaannya senantiasa di isi oleh live perform dari talenta seni dan budaya. Zaenal Beta Maestro tanah liat yang berkolaborasi dengan Daeng Serang Dakko yang juga Maestro Gendang mengiringi Zaenal Beta dalam live painting  yang riuh dengan decak kagum penonton. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dr.H. Muhammad Arafah, S.T,.M.T terlihat antusias dan mengambil bagian dalam menandatangani hasil akhir dari kedua maestro tersebut.

Pada kesempatan lainnya Iswan Bintang seorang visual artist talenta berbakat dalam seni juga menunjukkan kemampuannya dalam live painting di iringi dengan lantunan biola dari musisi biola rusman sehingga pengunjung pameran selain teredukasi tentang perjalan museum mandala dan perjuangan irian barat juga mendapatkan suguhan menarik selama berada di ruang pameran.

Kepala UPT Museum Mandala & Societeit De Harmonie yang akrab disapa Ibu Rani, tidak henti untuk mengajak semua kalangan untuk ikut dalam pelestarian Museum dan kolaborasi dalam berbagai bentuk pada kawasan Monumen Mandala.

Di hari akhir 30 November 2025 Mandala Light Symphony menutup dengan manis segala rangkaian aktifitas di monumen mandala. sebuah pertunjukan lintas silang media memberi pengalaman baru dalam pertunjukan juga teaterikal perjuangan pembebasan Irian Barat.

Mandala Weeks 2025 terlaksana dengan respon yang sangat positif dari masyarakat. sehingga ke depannya masyarakat berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda tahunan yang ditunggu. karena sangat menghibur dan banyak ekspresi tertuang di dalamnya. Kegiatan ini tidak dipungut biaya apapun bahkan tenan UMKM yang berjualan di dalamnya tidak dipungut biaya sebuah kemudahan untuk masyarakat dan UMKM.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *