MediaKotaSulsel.com, Maros, 16 Agustus 2025 – “Bagi kami, pengalaman ini sangat berharga. Tidak hanya bisa mengaplikasikan ilmu di lapangan, tetapi juga belajar bagaimana berkolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan solusi yang bermanfaat,” ujar Muh. Arif Murtadha, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, saat terlibat dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Dusun Padang Assitang, Kabupaten Maros, Sabtu (16/8).
Arif bersama tim mahasiswa lain mendampingi pemuda setempat mengolah limbah kain percah dari usaha jahitan menjadi produk baru yang bernilai jual. Harapannya, inisiatif ini dapat meningkatkan penghasilan sekaligus mengurangi tumpukan limbah yang selama ini belum termanfaatkan optimal.
Program PKM ini dipimpin oleh Dr. Martini, M.Pd., dan melibatkan dosen lintas fakultas. Dr. Andi Nursiah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat menyoroti pentingnya perlindungan pekerja dari potensi bahaya industri konveksi, sementara Dr. Nur Wahyuni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis menekankan peluang besar untuk mengintegrasikan produk kreatif berbasis limbah jahitan dengan sektor pariwisata Maros.


Sebagai dukungan konkret, Tim PKM UMI menyerahkan bantuan mesin jahit untuk meningkatkan produktivitas pemuda desa. Koordinator mitra, Ade Daryanto, menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang diberikan dan berharap program ini menjadi pintu kemandirian bagi pemuda Padang Assitang.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen UMI Makassar dalam menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat desa, sekaligus membuka ruang belajar langsung bagi mahasiswa melalui pengabdian yang nyata dan berdampak. Kegiatan disambut positif dan antusias masyarakat dengan harapan kegiatan ini dapat berlanjut dan makin berdampak signifikan kepada masyarakat.




